Selasa, 17 Juli 2012

Tafsiran Lukas 5:1-11 - Penjala Ikan Menjadi Penjala Manusia

Kitab Lukas merupakan Kitab yang pengarangnya masih dianggap sebagai Anonim.  Waktu penulisan kitab ini diperkirakan pada tahun 90 M dan kemungkinan tempat penulisan di Palestiana atau Siria.[1] Bagian Lukas 5:1-11 Merupakan kesatuan dari bagian “Pekerjaan Yesus Di Galilea”. Ini merupakan Bagian pelayanan (aksi) Yesus yang pertama kalinya dalam konteks umum di mana sebelumnya pada Pasal 3:1-4:14 digambarkan persiapan untuk pekerjaan Yesus. Dan Setelah Bagian “Pekerjaan Yesus di Galilea digambarkan dalam kesatuan Perjalanan Yesus ke Yerusalem (9:51-19:28).
Dalam cerita ini Lukas mengumpulkan:
1.   Catatan mengenai tempat dan pewartaan Yesus, Luk 5:1-3, yang mengingatkan Mar 4:1-2 dan Mar 1:16,19;
2.      Cerita tentang penangkapan ikan yang ajaib, Luk 5:4-10, yang serupa dengan Yoh 21:4-11;
3.   Panggilan Simon, Luk 10-11 yang berdekatan dengan Mar 1:17,20. Lukas menceritakan panggilan murid-murid pertama setelah Yesus yang sudah agak lama mengajar dan mengerjakan mujizat, dengan maksud menjelaskan mengapa murid-murid itu segera menanggapi panggilan Yesus.

Beberapa Bagian Penting dalam mendekati teks secara Naratif
1.      Dalam awal Cerita (ay. 1-3) digambarkan Yesus yang sedang  berdiri  di Pantai Danau Genesaret. Danau Genesaret. Nama lain untuk Danau Galilea. Danau ini luas, dengan panjang sekitar tiga belas mil dan lebar delapan mil, dikelilingi oleh perbukitan. Pada zaman itu, wilayah di sekitar danau itu sangat padat penduduknya, dan di sepanjang pantainya terdapat banyak kota. Kapernaum dan Betsaida (di bagian utara) merupakan pusat perikanan.
Di dalam ayat kedua dijelaskan bahwa Yesus melihat perahu-perahu yang berada di pinggir pantai saat nelayan sedang membersihkan jalanya. Membasuh jalanya atau Membersihkan jala merupakan pekerjaan pagi yang sudah rutin setelah menjala sepanjang malam. Kemudian Ia naik ke salah satu perahu itu (ayat 3) karena tepi danau berfungsi sebagai ruang pertemuan. karena tanah di sepanjang pantai menandai, dan akustiknya bagus. Agar tidak terjepit di antara orang banyak, Yesus meminjam perahu Simon Petrus untuk dijadikan mimbar.
Ketiga ayat ini pada kitab injil yang lainnya terpisah, namun Lukas menggabungkannya dengan Cerita pemanggilan Simon Petrus yang didahului dengan Mujizat penangkapan Ikan. Kurang Lebih pada ketiga ayat yang pertama ini merupakan langkah awal (aksi) Yesus sebelum memanggil muridNya.
 Dalam Lukas 5:4-10 menggambarkan Mujizat penangkapan Ikan. Yesus yang meminta Simon Petrus untuk Tebarkan jala untuk menangkap ikan, di respon awal dengan keragu-raguan karena sepengetahuan mereka Ikan naik ke permukaan pada malam hari untuk makan; pada siang hari hewan itu turun ke tempat air yang lebih sejuk di dalam danau. Tetapi karena Yesus menyuruhnya Petrus yakin bahwa mereka tidak akan menangkap apa-apa, tetapi kata-katanya menunjukkan iman kepada Yesus. Dia siap untuk mempercayai kata-kata Sang Guru bahkan dalam hal-hal di mana Yesus tentu tidak akan dianggap sebagai ahli.
Pada ayat berikut, Jala mereka mulai koyak. Ikan yang ditangkap itu demikian banyak sehingga jala maupun perahu mereka tidak mampu untuk menampung. Ayat ke-8, simon berkata: Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa Bukti bahwa Yesus mengetahui lebih banyak tentang menjala ikan daripada Petrus, dan pemberian ikan yang jumlahnya lebih daripada memuaskan setelah pekerjaan sia-sia semalam, membuat murid itu melihat dirinya di dalam terang yang baru. Berbeda dengan Yesus, yang tampak keilahian-Nya melalui mukjizat itu, Petrus sadar bahwa dirinya penuh dosa, sehingga ia merasa tidak layak berada bersama dengan Yesus.
Ayat 10, Yesus menjawab: Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia. Simon dan rekan-rekannya, Yakobus dan Yohanes, sudah menjadi murid Yesus tetapi mereka tetap melanjutkan pekerjaan mereka sehari-hari. Sekarang Yesus memanggil mereka untuk pelayanan khusus, dan mereka meninggalkan semuanya untuk mengikut Dia.


[1] Marxsen W. Pengantar Perjanjian Baru. (Jakarta: BPK Gunung Mulia 2010) hlm 194.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih kepada sobat sekalian yang sudah masuk ke blog ini. Jangan lupa untuk komentar ya.

Share This Post

Share