Minggu, 15 Juli 2012

Aborsi Menurut Pandangan Agama Islam, Kristen, Yudaisme dan Agama Asia


Aborsi adalah penghentian kehamilan sebelum saat viabilitas ekstrauterin. Aborsi  yaitu mengakhiri kehidupan embrio (telur yang dibuahi sebelum tiga bulan pertumbuhan) atau janin (setelah tiga bulan). Aborsi spontan, juga disebut keguguran, terjadi ketika janin atau embrio spontan dikeluarkan oleh tubuh. Sebuah diinduksi aborsi terjadi ketika ada manusia yang disengaja intervensi untuk mengakhiri kehamilan. Rujukan aborsi dapat dicapai secara medis atau pembedahan. Aborsi medis dilakukan orang dengan memberikan obat-obatan seperti mifepristone (RU-486), yang menghalangi kerja hormon progesteron dan melunakkan lapisan rahim, dan mengakhiri kehamilan. 

Aborsi medis umumnya dapat hanya bisa digunakan jika perempuan itu kurang dari tujuh minggu dari periode terakhir menstruasi. Mifepristone diberikan bersama dengan obat lain disebut misoprostol, yang menyebabkan rahim kram dan memaksa keluar embrio. Dalam trimester pertama kehamilan, bentuk paling umum dari aborsi bedah vakum aspirasi. Selama trimester kedua, pelebaran prosedur dan evakuasi (D & E) dilakukan. Akhirnya, merangsang kontraksi yang mengusir janin dari rahim juga dapat menyebabkan aborsi.

Masalah etika
Aborsi menimbulkan signifikan ilmiah, hukum, agama, dan masalah etika: pemahaman hidup dan kematian, definisi seseorang manusia, hak ibu dan janin, dan dampak penemuan ilmiah baru pada reproduksi. Penemuan teknologi dan ilmiah, termasuk penelitian sel induk, kloning, dan buatan reproduksi, telah membuat rumit isu aborsi. Status dari janin mungkin yang paling controversial adalah Masalah: Apakah janin seseorang sama haknya dengan mereka yang lahir (Bayi)? Beberapa berpendapat bahwa embrio dari saat pembuahan memiliki sama haknya sebagai seseorang yang berada di rahim. Yang lainnya berpendapat bahwa embrio dini adalah kehidupan manusia tapi bukan manusia (orang). Keadaan politik juga memiliki minat baik dalam otonomi ibu dan kesehatan bayi. Kadang-kadang, hak seorang ibu bisa berada dalam ketegangan dengan tanggungjawab ibu nya bagi janin.

2 komentar:

  1. hallo kita juga punya jurnal nih tentang aborsi , cek ini ya :)
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2537/1/Dampak%20Psikologis%20Pada%20Wanita%20yang%20Mengalami%20Abortus%20Spontan044.pdf

    BalasHapus
  2. hallo kita juga punya jurnal nih tentang aborsi , cek ini ya :)
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2537/1/Dampak%20Psikologis%20Pada%20Wanita%20yang%20Mengalami%20Abortus%20Spontan044.pdf

    BalasHapus

Terima kasih kepada sobat sekalian yang sudah masuk ke blog ini. Jangan lupa untuk komentar ya.

Share This Post

Share